Selasa, 03 September 2013

Nabire - Pelanggaran Hak Asasi Manusia bagi orang papua sudah seperti hal yang  biasa. Namun
pemerintah Indonesia terus mengelak apabila di pertanyakan oleh dunia internasional tentang HAM di papua. Ironisnya pelanggaran HAM di papua hampir setiap saat kita jumpai, dan tak mengenal
Foto : SMU Negeri 1 Nabire Papua.
usia,jabatan maupun status. Seperti kejadian tadi pagi yang di himpun dari beberapa sumber, dan berhasil di update ke publik. Memang berita ini tidak menjadi wacana public, karena TNI melarang peliputan korban oleh wartawan lokal dan masyarakat tentang kejadian tersebut, ketika berita ini di turunkan kita belum bisa meminta keterangan lanjut kepada para korban dan guru-guru, karena penjagaan ketat yang di lakukan oleh aparat Polisi dan Tentara, di Polsek Nabarua Nabire tempat interogasi dan penyelesaiaan perkara. Berita ini berhasil di himpun dari beberapa siswa dan security SMU N 1, yang memberikan kesaksian.

Kejadian sekitar pukul 07:30 WP, (Selasa 3 September 2013) pagi tadi, seorang siswa SMU Negeri 1 Nabire (Anak Papua) menggunakan ojek dari rumah ke sekolah (SMU Negeri 1 Nabire). Sesampai di sekolah, anak tersebut membayar ojek, "...namun ketika mau membayar...siswa tersebut kekurangan uang ojek Rp.2000.00,-. Karena si ojek (Orang Pendatang), merasa harga yang di bayarkan tidak sesuai dengan tarif biasannya di bayarkan, terjadi adu mulut antara tukang ojek dan siswa tersebut. Beberapa menit kemudian, lewat seorang anggota TNI yang olaraga pagi, bertugas di POLBAN Nabire. Melihat aksi adu mulut tersebut, anggota tentara tersebut pun datang dan langsung memukul siswa tersebut hingga jatuh. Karena merasa dianiaya, siswa tersebut pun spontan membalas aksi anggota tersebut dengan melempar batu ke tentara tersebut, akibatnya kepala tentara tersebut mengalami luka dan berdarah. Lalu karena berdarah anggota tersebut menelepon temanya-teman anggotanya. Dalam waktu singkat datang lima orang anggota, dan menginterogasi siswa tersebut sambil melakukan penyikasaan,dan pemukulan....Kepala Sekolah SMU tersebut sempat melerai aksi anggota tersebut dengan mengatakan "...Weee..kamu tentara baru kenapa bertindak brgitu ???...Namun hal tersebut tak di indahkan oleh anggota tersebut. Melihat temanya yang di siksa oleh enam anggota tersebut, puluhan siswa pun marah dan menyerang enam anggota tersebut hingga babak belur...

Kerena babak belur, 6 orang anggota tersebut meminta bantuan ke batalion 753 nabire. Tak lama kemudian datanglah 3 truck besar mengangkut ratusan personil batalion 753 lengkap dengan senjata. Sempat masuk ke sekolah tersebut namun aksi tersebut di larai oleh Kapolres Nabire dan Kepsek SMU tersebut.

Hal ini di benarkan oleh salah satu security SMU tersebut akan kejadian tersebut;  "....Ia...tadi pagi anggota tentara dorang, datang dengan senjata lengkap, macam ada perang saja, saya kaget sekali...dan saya menyesal tentang tindakan mereka yang main hakim sendiri. 

Hingga berita Ini di turungkan proses penyelesaiaan masi di lakasanakan di polsek nabarau nabire-papua. Namun di jaga ketet oleh TNI dan POLRI. Karena mereka melarang adanya peliputan dan publikasi berita ini.

By. Stevan H

 

1 komentar:

Posting Komentar