Kamis, 03 Oktober 2013


Yerisiam News-Nabire- Persoalan Masyarakat Pribumi Suku Besar Yerisiam, Kampung Sima distrik Yaur Nabire-Papua, tentang investasi sawit PT.Nabire Baru dan Sariwana Unggul Mandiri tentang dilanggarnya hak-hak msayarakat pribumi, yang terus di suarakan oleh Simon Petrus Hanebora, yang juga sebagai kepala suku besar masyarakat pribumi yerisiam akhirnya mendapatkan titik terang.  Dengan hadirnya Komnas Ham Papua yang ditunjuk khusus dan di pimpin oleh “ Yorgen Numberi bagian Umum Komnas Ham Papua di damping oleh Roland Rumber bagian Penegakan Komnas Ham Papua. Tiba di nabire pada senin, 01 oktober 2013, menindaklanjuti surat laporan kepala suku besar masyarakat pribumi yerisiam bernomor : 097/6. 7. 5./MPSBY/IX/NBR/2013. Perihal : Investigasi Advokasi. kepada komnas ham papua.

Sesuai pantauan Yerisiam News, mereka tiba di nabire sekitar pukul 10:30 (WP), dan melanjutkan perjalanan ke Pemerintah Daerah/Kantor Bupati Nabire, untuk melaporkan kedatangan mereka sekaligus memberikan SPD (Surat Perjalanan Dinas) kepada Bupati nabire (Bagian Umum). Kemudian perjalanan dilanjutkan ke kediaman SP.Hanebora, untuk mengkomfirmasi lebih lanjut tentang laporan SP.Hanebora kepada mereka. Kemudian perjalanan kembali di lanjutkan ke pihak perkebunan sawit  PT.Nabire Baru dan Sariwana Unggul Mandiri untuk meminta keterangan. Keesokan harinya Komnas Papua melakukan surfey langsung ke lokasi perkebunan sawit didaerah yaro,wami dan sima, untuk melihat secara langsung aktivitas kedua perusahan tersebut di atas lahan adat masyarkat setempat.

Dalam pertemuan antara Komnas Ham Papua yang di pimpin oleh; Yorgen Numberi   dengan Kepala Suku Besar Masyarakat Pribumi Yerisiam; SP.Hanebora bersama dengan Masyarakat Yerisiam lainya di kediamnya. SP.Hanebora menyampaikan; ucapan terimaksih kepada Komnas Ham Papua tentang kedatangan mereka dalam menindaklanjuti laporannya, dan hadir di nabire untuk mengadvokasi dan mengindentifikasi tentang persoalan hak-hak masyarakat yerisiam yang di langgar oleh perusahan sawit PT.NB dan PT.SW di atas areal adat milik mereka. “ Saya minta kepada Komnas Ham Papua yang hadir di nabire, supaya ketika dalam kedatangannya,apabila mendapatkan bukti-bukti otentik tentang, dilanggarnya hak-hak masyarakat pribumi suku besar yerisiam di nabire, maka harus segera ditindaklanjuti kasus tersebut. Kata…SP.hanebora.

Tambahnya, “ Komnas Ham segera mengusut tuntas tentang penebangan ribuan pohon kayu dan rotan yang di tebang dan ditelantarkan hingga hancur di atas areal kami,  tampa ada pertanggung jawaban…padahal…ribuan pohon kayu dan rotan tersebut, memiliki nilai tinggi untuk kelangsungan anak cucu yerisiam…dan Komnas Ham adalah menjadi harapan kami terkhir sebagai wadah hak asasi manusia papua, yang dapat berpihak, dalam menyuarakan dan menegakan hak-hak kami orang papua lebih focus masyarakat pribumi suku yerisiam. Lanjutnya…Pemerintah daerah,Pemerintah Provinsi sudah tidak bisa kami harapkan, karena mereka adalah backround dari tangan-tangan besi perusahan tersebut…SP.Hanebora juga meminta Komnas Ham untuk, mengingatkan BLH (Badan Lingkungan Hidup) Provinsi Papua, untuk tidak menerbitkan Ijin Amdal dulu, sebelum komnas ham melakukan pengembangan kasus yang ada, karena aktivitas perusahan tersebut melanggar banyak aturan.

 Selain itu menurut, Yorgen Numberi Ham Papua, saat di konfirmasi terkait kedatangan mereka,  yorgen menjelaskan bahwa; Kedatangan mereka ke nabire, adalah untuk melakukan investigasi tentang laporan yang diterima oleh Komnas Ham Papua terkait pengaduan oleh Masyarakat Pribumi Suku Besar Yerisiam lewat Kepala Sukunya. “ …Kami sudah memiliki beberapa kejanggalan dan bukti tentang dilanggarnya hak-hak dasar pribumi oleh perusahan sawit yang beroperasi di areal adat masyarakat nabire. Kejanggalan dan bukti tersebut kami temukan saat wawancara dan meninjau langsung aktifitas lapangan. Terang…Yorgen

Lanjutnya…data-data yang sudah di himpun ini kemudian akan di laporkan ke komnas ham papua dan, selanjutnya akan di laporkan ke komnas ham pusat untuk di tindak lanjuti hasil laporan dari kami. Kemudian komnas ham pusat yang akan, berwenang untuk melakukan langkah-langkah, seperti memediasi pertemuan dan lain-lain…kata Yorgen menjelaskan.

Selain itu…hingga berita ini diturunkan, pihak Komnas Ham Papua telah kembali ke Jayapura pukul 09:00 (WP) Jumaat  pagi tadi.

Berikut Stegment Kepala Suku Yerisiam Kepada Komnas Ham Papua :

Menyikapi kehadiran team infestigasi komnas HAM Papua terhadap perkebunan sawit PT.Nabire Baru Dan PT. Sariwana Unggul Mandiri, maka beberapa poin yang kiranya dapat menjadi gambaran adalah:

1.      Mohon infestigasi dan identifikasi kebas tebang yang dilakukan oleh kedua perusahan sawit PT.Nabire Baru Dan PT. Sariwana Unggul Mandiri diatas tanah adat suku yerisiam terhadap:
a.       Jenis kayu, diameter, jumlah pisis.
b.      Data crusing berdasarkan hasil sorfei tegakan, pejabat yang mengeluarkan perintah sorvei, kapan dilakukan.
2.      Jika point 1 berdasar hasil infestigasi dan identifikasi lapangan terbukti  ada proses penebangan maka;
a.       Penebangan dihentikan dan segera dibayarkan/ kompensasi terhadap kayu tersebut sesuai data crusing.
b.      Jika terbukti tidak memiliki data crusing maka model pembayaran adalah berbentuk denda.
3.      Mengingat kehadiran infestasi sawit diatas tanah adat suku yerisiam yang menuai pro dan kontra terhadap infestasi tersebut maka mohon infestigasi menyeluruh terhadap:
a.       surat pelepasan
b.      UU 32 tentang lingkungan hidup.
c.       Jika terdapat kesalahan dan apabila terjadi rekonsiliasi antara masyarakat untuk perusahan ini tetap berjalan maka mohon dihentikan semua proses yang sudah berjalan dan dilakukan perjanjian ulang yamg dimulai dari surat pelepasan sampai kepada MoU.
4.      Perlu diketahui bahwa sampai saat ini belum ada perjanjian (MoU) antara masyarakat adat pemilik ulayat dan pihak perusahan.
5.      Ada indikasi pejabat daerah berada di balik proses infestasi tersebut yang mengabaikan uu 32 tentang lingkungan hidup dan uu kehutananan.
6.      Ada indikasi PT.Nabire Baru Dan PT. Sariwana Unggul Mandiri memanfaatkan kelemahan masyarakat akan SDM untuk melegitimasi pekerjaan tersebut dengan dalail kesejahtraan dan selalu mengkambinhitamkan keluarga SP. Hanebora sebagai penghalang terhadap infestasi tersebut sementara yang selama ini disuarakan oleh keluarga ini adalah tentang indikasi kesalahan terhadap undang-undang yang berlaku.
7.      Ada indikasi upaya pendekatan militer di kedua perusahan tersebut dengan menghadirkan pam brimob, yang dalam prakteknya sangat meresahkan masyarakat pemilik ulayat maupun karyawan dengan melakukan tindakan kekerasan. Maka mohon di tarik dari perusahan tersebut.
8.      Hal lain adalah kasus ini sarat dengan penciptaan konflik jika tidak diselesaikan secepatnya maka tidak menuntut kemungkinan akan menjadi pintu konflik berkepanjangan di Nabire yang menrenggut korban jiwa.

Gambar/Foto Kegiatan Komnas Ham Papua Di Nabire :


Foto : Pertemuan antara Komnas Ham Papua dengan Kepala Suku Besar Masyarakat Pribumi Yerisiam dan Masyarakat Yerisiam lainya di kediaman kepala suku besar yerisiam

Foto : Komnas Ham Papua datangi kantor perkebunan sawit PT.Nabire Baru, untuk meminta keteranagan terkait laporan masyarakat pribumi suku besar yerisiam. Nampak  Yorgen Numberi bagian Umum Komnas Ham Papua memasuki pintu gerbang PT.Nabire Baru yang setiap hari di tutup dan di jaga oleh anggota Pam Brimob Polda Papua.

Foto :  “ Yorgen Numberi bagian Umum Komnas Ham Papua  (baju abu-abu) di damping oleh Roland Rumber bagian Penegakan Komnas Ham Papua (baju hitam). Saat meminta keterangan kepada direktur utama PT.Sariwana Unggul Mandiri (Harjo Raharjo).  

Foto : Kepala Suku Besar Masyarakat Pribumi Yerisiam (SP.Hanebora) dan Anggota Komnas Ham Papua ( Yorgen Numberi bagian Umum Komnas Ham Papua dan Roland Rumber bagian Penegakan Komnas Ham Papua

Foto : Saat di rumah Kepala Suku Yerisiam di kampung sima distrik yaur-nabire-papua


Foto : Di halangi banjir saat komnas hamturun surfey ke lokasi perkebunan sawit, disebabkan oleh penebangan kayu secara besar-besaran, hal ini membuat pihak komnas mengdokumentasikan. Untuk menjadi laporan


Foto : Komnas Ham mendapati ribuan kayu merbau, yang di tampung oleh PT.Sariwana Unggul Mandiri untuk kemidian di kerim ke Surabaya. Nampak 2 anggota komnas ham tersebut sibuk mengabadikannya.


Foto : Yorgen Numberi Ham Papua, berdiri di sela-sela ribuan kayu merbau siap kirim. 



0 komentar:

Posting Komentar